Langsung ke konten utama
TUA0TUdiTUMlTfClBSr7GUC8TA==

Headline

Search

Translate

Formulir Kontak

JUJUR DAN AMANAH adalah Kunci Kesuksesan dalam segala aspek kehidupan manusia.

KHUTBAH PERTAMA 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Ma’asyiral Muslimin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Pertama dan utama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini untuk menunaikan salah satu kewajiban kita, yaitu shalat Jumat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, seorang teladan terbaik yang membawa gelar Al-Amin, Sang Terpercaya, jauh sebelum diangkat menjadi Rasul. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Amin ya Rabbal 'alamin.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, termasuk dalam urusan muamalah dan perniagaan kita sehari-hari.
Hadirin Rahimakumullah,
Islam adalah agama yang sempurna (syumul), yang mengatur seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam urusan ekonomi dan perniagaan. Salah satu pilar utama yang diajarkan Rasulullah SAW dalam berniaga adalah kejujuran (ash-shidq) dan amanah (al-amanah). Dua sifat ini bukanlah sekadar etika bisnis biasa, melainkan cerminan dari ketakwaan seorang hamba yang menentukan halal-haramnya rezeki dan berkah-tidaknya harta yang diperoleh:

1. Meneladani Sang Al-Amin dalam Berniaga

Hadirin Rahimakumullah,
Jauh sebelum diangkat menjadi Nabi, Rasulullah SAW telah dikenal di seluruh Makkah sebagai pedagang yang paling jujur dan dapat dipercaya. Beliau tidak pernah mengurangi timbangan, tidak pernah menyembunyikan cacat barang, dan selalu menepati janji. Karena sifat inilah, beliau dipercaya oleh Sayyidah Khadijah untuk menjalankan bisnisnya. Karena sifat ini pula, perniagaannya selalu diberkahi oleh Allah SWT.

Bahkan, salah seorang mitra bisnis beliau di masa jahiliyah, As-Sa'ib bin Abi Sa'ib, pernah berkata setelah masuk Islam, "Dahulu engkau adalah mitra bisnisku di masa jahiliyah, dan engkau adalah sebaik-baik mitra. Engkau tidak pernah menipuku dan tidak pernah berselisih denganku."
Ini adalah bukti bahwa integritas Rasulullah SAW diakui bahkan oleh masyarakat yang belum mengenal Islam. Pertanyaannya untuk kita: sudahkah kita, sebagai pengikutnya, meneladani akhlak agung ini dalam setiap transaksi kita?

2. Makna Keberkahan yang Hilang Akibat Dusta

Hadirin Rahimakumullah,
Kejujuran dalam berniaga berarti transparan. Jika barang ada cacatnya, sampaikan. Jika kualitasnya tidak nomor satu, jelaskan. Jangan sampai kita menjual barang dengan sumpah palsu hanya demi keuntungan sesaat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang sangat populer:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِ مَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
Artinya: "Penjual dan pembeli memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (kondisi barang), maka keduanya akan diberkahi dalam jual belinya. Namun, jika keduanya menyembunyikan (cacat) dan berdusta, maka akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ma'asyiral Muslimin, mari kita renungkan kata "muhiqat barakatuh" (dihapuskan keberkahannya). Keberkahan adalah ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Harta yang berkah adalah harta yang sedikitnya mencukupi, dan banyaknya membawa manfaat untuk dunia dan akhirat. Sebaliknya, harta yang tidak berkah, meskipun jumlahnya miliaran, akan terasa kurang, cepat habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan menjadi sumber penyakit, pertengkaran dalam keluarga, dan menjauhkan kita dari Allah. Inilah bahaya terbesar dari kebohongan dalam perniagaan. Keuntungan yang didapat mungkin besar secara angka, tetapi nilainya kosong di hadapan Allah.

3. Amanah: Cakupan yang Lebih Luas dari Sekadar Jujur

Hadirin Rahimakumullah,
Selain jujur, sifat yang tidak terpisahkan adalah amanah. Amanah dalam perniagaan mencakup:
Menepati akad dan janji: Jika berjanji mengirim barang esok hari, tepatilah. Jika akadnya adalah barang berkualitas A, jangan dikirim kualitas B.

 Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (janji-janji) itu." (QS. Al-Ma'idah: 1).

Menunaikan hak para pekerja: Bagi pengusaha, membayar upah karyawan tepat waktu dan sesuai dengan kesepakatan adalah bagian dari amanah. Rasulullah SAW bersabda, "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering." (HR. Ibnu Majah).

Tidak melakukan ghish (penipuan tersembunyi): Seperti mencampur barang yang bagus dengan yang jelek, lalu menjualnya dengan harga barang bagus. Suatu ketika Rasulullah SAW memasukkan tangannya ke dalam tumpukan makanan dan mendapati bagian dalamnya basah. Beliau bertanya, "Apa ini wahai pemilik makanan?" Ia menjawab, "Terkena hujan, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Mengapa tidak engkau letakkan di bagian atas agar orang bisa melihatnya? Barangsiapa menipu, maka ia bukan dari golonganku." (HR. Muslim).

4. Ancaman Keras bagi Pelaku Curang

Hadirin Rahimakumullah,
Kecurangan dalam perniagaan bukanlah dosa sepele. Ia adalah dosa besar yang mengundang murka Allah dan dapat menyebabkan kehancuran suatu kaum. Ingatlah kisah kaum Madyan di zaman Nabi Syu'aib AS. Mereka dibinasakan oleh Allah karena satu dosa besar yang menjadi kebiasaan: mengurangi takaran dan timbangan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muthaffifin ayat 1-3:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ. الَّذِيْنَ إِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۙ. وَإِذَا كَالُوْهُمْ أَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
Artinya: "Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi."

Kata "Wail" adalah ancaman lembah di neraka Jahannam. Jika mengurangi timbangan saja diancam sekeras ini, bagaimana dengan praktik-praktik kecurangan di zaman modern? Di era digital ini, bentuk kecurangan semakin beragam:
Di pasar online: Mengunggah foto produk yang jauh lebih bagus dari aslinya, menggunakan review palsu untuk menaikkan rating, atau melakukan praktik dropshipping tanpa izin dari pemilik barang.
Dalam pemasaran: Membuat iklan yang berlebihan (lebay) dan tidak sesuai kenyataan.
Dalam keuangan: Menawarkan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan tidak masuk akal yang mengandung unsur gharar (ketidakpastian) dan penipuan.
Semua ini termasuk dalam kategori ketidakjujuran dan khianat yang akan menghapus keberkahan dan mendatangkan murka Allah.

5. Ganjaran Agung bagi Pedagang yang Jujur dan Amanah

Ma’asyiral Muslimin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Meskipun tantangannya berat, Islam memberikan motivasi dan penghargaan yang luar biasa bagi para pedagang yang mampu menjaga integritasnya. Status mereka diangkat begitu tinggi di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda:
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
Artinya: "Pedagang yang jujur lagi amanah (terpercaya) akan bersama para Nabi, orang-orang yang jujur (shiddiqin), dan para syuhada." (HR. Tirmidzi).

Subhanallah! Betapa mulianya kedudukan yang dijanjikan. Ini menunjukkan bahwa menjaga kejujuran di tengah godaan harta adalah sebuah jihad. Jihad melawan hawa nafsu serakah, jihad untuk membangun peradaban ekonomi yang adil dan berkah.

Maka dari itu, marilah kita jadikan setiap aktivitas perniagaan kita sebagai ladang ibadah. Niatkan untuk mencari rezeki yang halal demi menafkahi keluarga, dan laksanakan dengan cara-cara yang diridhai Allah. Insya Allah, dengan jujur dan amanah, perniagaan kita tidak hanya akan mendatangkan keuntungan duniawi, tetapi juga keberkahan yang melimpah dan pahala yang mengantarkan kita pada derajat yang mulia di akhirat kelak.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، سَادَاتِنَا أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُsلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، وَجَنِّبْنَا وَأَهْلِيْنَا مِنَ الْحَرَامِ وَالشُّبُهَاتِ. اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً (إِنْدُوْنِيْسِيَا) وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
__________
Ahmad Jamzuri Saud, S.Pd.I., M.Pd.



JUJUR DAN AMANAH adalah Kunci Kesuksesan dalam segala aspek kehidupan manusia.
Next Post

0Komentar

© Copyright - ipimkotabatam. All rights reserved.