Langsung ke konten utama
TUA0TUdiTUMlTfClBSr7GUC8TA==

Headline

Search

Translate

Formulir Kontak

HUKUM MEMAKAI TONGKAT SAAT KHUTBAH

"HUKUM MEMAKAI TONGKAT SAAT KHUTBAH" 




Kita sering mendapati seorang khatib memegang tongkat ketika menyampaikan khutbahnya.

Bagaimana sebenarnya hukum memegang tongkat saat khutbah?

Jumhur (mayoritas) ulama fiqih mengatakan sunnah hukumnya khatib memegang tongkat dengan tangan kirinya saat membaca khutbah.

Kesunnahan ini berdasarkan beberapa Hadits, diantaranya :

1. Hadits yang diriwayatkan oleh imam as syafi'i ;


قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَكُمُ اللهُ وَبَلَغْنَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ اِذَا خَطَبَ اِعْتَمَدَ عَلَى عَصًا وَقَدْ قِيْلَ خَطَبَ مُتَعَمِّدًا عَلَى عَنَـزَةٍ وَعَلَى قَوْسٍ وَكُلُّ ذَلِكَ اِعْتِمَادٌ اَخْبَرْنَا الرَّبِيْعُ قَالَ اَخْبَرْنَا الشَّافِعِيُّ قَالَ اَخْبَرْنَا اِبْرَاهِيْمُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ عَطَاءٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كان اَذَا خَطَبَ يَعْتَمِدُ عَلَى عَنَـزَتِهِ اِعْتِمَادًا (الأم ج ١ ص ٢٧٢)


(Imam Syafi’i ra berkata) mudah-mudahan Allah Swt. memberikan rahmat kepada beliau, dan telah sampai kepada kami (Hadits) bahwa ketika Rasulullah Saw berkhutbah, beliau berpegang pada tongkat. Ada yang mengatakan, beliau berkhutbah dengan memegang tongkat pendek dan anak panah. Semua benda-benda itu dijadikan tempat bertumpu (pegangan). Al-Rabi’ mengabarkan dari imam Syafi’i dari Ibrahim, dari Laits dari ‘Atha’, bahwa Rasulullah Saw. jika berkhutbah beliau memegang tongkat pendeknya untuk dijadikan tumpuan. (Al-Umm Juz I Hal 272)



Imam Shan’ani mengatakan ;

وَفِى الْحَدِيْثِ دَلِيْلٌ عَلَى اَنَّهُ يُنْدَبُ لِلْخَطِيْبِ اْلاِعْتِمَادُ عَلَى سَيْفٍ اَوْنَحْوِهِ وَقْتَ خُطْبَتِهِ (سبل السلام ج ٢ ص ٥٩)


Dalam Hadits tersebut menjelaskan tentang kesunnahan khatib memegang pedang atau semisal (tongkat) pada waktu menyampaikan khutbah nya. (Subul al-Salam, Juz II, hal. 59).


2. Hadits riwayat sahabat Syu'aib ibn Zuraiq at Thoifi :

عَنْ شُعَيْبِ بْنِ زُرَيْقٍ الطَائِفِيِّ قَالَ شَهِدْناَ فِيْهَا الجُمْعَةَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى عَصَا أَوْقَوْسٍ


Dari Syu'aib bin Zuraidj at-Tha'ifi ia berkata ''Kami menghadiri shalat jum'at pada suatu tempat bersama Rasulullah SAW. Maka  Beliau berdiri berpegangan pada sebuah tongkat atau busur". (Sunan Abi Dawud hal. 824).


Imam As Shan’ani mengomentari hadits tersebut bahwa hadits itu menjelaskan tentang “sunnahnya khatib memegang pedang atau semacamnya pada waktu menyampaikan khutbahnya”. (Subulus Salam Juz II Hal 59).

 


Dijelaskan juga dalam Kitab, Al Minhajul Qowim syarh al muqoddimah Madaniyah Juz 2 hal 44 :


ﻭَﺃﻥْ ﻳَﻌْﺘَﻤِﺪَ ﺍﻟﺨَﻄِﻴْﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺤْﻮِ ﻋَﺼَﺎ ﺍﻭ ﺳَﻴْﻒٍ ﺍﻭ ﻗَﻮﺱٍ ﺑِﻴَﺴَﺎﺭِﻩِ ﻟِﻺِﺗِّﺒَﺎﻉِ, ﻭَﺣِﻜْﻤَﺘُﻪُ ﺃﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ, ﺑِﺎﻟﺴِّﻼَﺡِ, ﻭَﺗَﻜُﻮﻥُ ﻳُﻤْﻨَﺎﻩُ ﻣَﺸْﻐُﻮﻟَﺔَ ﺑِﺎﻟﻤِﻨْﺒَﺮِ ﺇﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴْﻪِ ﻧَﺠَﺎﺳَﺔٌ ﻛَﻌَﺎﺝٍ ﺍﻭ ﺫَﺭْﻙِ ﻃَﻴْﺮٍ. ﻓَﺈﻥ ﻟَﻢ ﻳَﺠِﺪْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻴُﻤْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻴُﺴْﺮَﻯ ﺗَﺤْﺖَ ﺻَﺪْﺭِﻩِ

(المنهاج القويم شرح المقدمة الحضرمية جز ٢ ص ٢٤١*


Dan hendaklah (di sunnahkan) khotib memegang pada seumpama tongkat atau pedang atau gendewa dengan tangan kirinya karena mengikuti cara berkhutbah nabi saw, dan hikmahnya adalah sesungguhnya agama ini telah tegak dengan bantuan senjata, dan tangan kanannya hendaknya disibukkan (ditempatkan berada) pada sisi mimbar jika pada mimbar tersebut tidak terdapat najis seperti gading atau kotoran burung. Jika khotib tidak mendapatkan sesuatu (persyaratan diatas) tersebut, maka dia hendaknya menjadikan (menempatkan posisi) tangan kanannya diatas tangan kirinya di bawah dadanya.


Hikmah dianjurkannya memegang tongkat adalah untuk mengikat hati (agar lebih konsentrasi) dan agar tidak mempermainkan tangannya. (Subulus Salam Juz II Hal 59)


Wallohu a'lam bis showab.


H. LUQMAN HAKIM, S.Pd.I, M.Pd.

(Komisi Fatwa MUI Provinsi KEPRI)



HUKUM MEMAKAI TONGKAT SAAT KHUTBAH
Next Post

0Komentar

© Copyright - ipimkotabatam. All rights reserved.