HUKUM WANITA HAID DUDUK DI DALAM MASJID
HUKUM WANITA HAID DUDUK DI DALAM MASJID
Dalam Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu (Juz 1), Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan sejumlah larangan bagi wanita yang sedang haid atau nifas. Di antara perkara yang diharamkan adalah:
1. Shalat, baik wajib maupun sunnah.
2. Puasa, wajib maupun sunnah.
3. Thawaf di Ka'bah.
4. Menyentuh, membawa, atau membaca Al-Qur'an (walaupun terdapat perbedaan pendapat).
5. Berjima’ dengan suami.
6. Masuk, duduk, dan berdiam diri (mukts) di dalam masjid.
Hukum Duduk dan Berdiam Diri di dalam Masjid
Menurut as Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, wanita haid dan nifas haram masuk dan berdiam diri di dalam masjid, termasuk duduk di dalamnya. Hal ini merupakan pendapat Jumhur (mayoritas) ulama dari:
- Mazhab Hanafi
- Mazhab Maliki
- Madzhab Syafi'i
- Madzhab Hanbali
Dalil-Dalil Pendapat Jumhur :
1. Qiyas kepada orang junub
Allah berfirman:
> "...dan jangan pula (kamu hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekadar melewati saja..."
(QS. An-Nisa’: 43)
Wanita haid disamakan dengan orang junub karena keduanya berada dalam keadaan hadats besar yang sama-sama mewajibkan mandi.
2. Hadis Nabi ﷺ
> "Saya tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang yang junub."
(HR. Abu Dawud)
Meskipun terdapat pembahasan tentang kesahihan hadis ini, jumhur ulama menjadikannya penguat dalam menetapkan keharaman tersebut.
Pengecualian dan Perbedaan Pendapat
1. Boleh Melintas (Murur)
Menurut sebagian ulama Mazhab Syafi'i dan Hanbali, wanita haid boleh melintas di masjid, dengan syarat:
a. Yakin tidak mengotori masjid (tidak ada risiko darah menetes).
b. Ada kebutuhan (hajat) tertentu, seperti:
- mengambil barang
- jalan satu-satunya harus melewati masjid.
Kebolehan ini berdasarkan pengecualian pada QS. An-Nisa’ ayat 43.
2. Pendapat yang Membolehkan Masuk dan Duduk
Sebagian ulama seperti:
Ibnu Hazm (Mazhab Azh-Zhahiriyyah), dan sebagian ulama lain di luar Madzhab 4 memberikan kebolehan bagi wanita haid untuk masuk dan duduk di masjid dengan alasan:
Dalil yang melarangnya lemah. Namun pendapat ini bukan pandangan mayoritas ulama.
Kesimpulan Menurut Syaikh Wahbah Az-Zuhaili
Hukum asal menurut Jumhur:
Wanita haid haram masuk masjid untuk duduk, berdiam diri (mukts), atau i'tikaf.
Kelonggaran:
Boleh melintas jika aman dari najis dan ada kebutuhan.
Pendapat yang membolehkan secara mutlak:
Ada, tetapi tidak dipegang oleh mayoritas Ulama dan sudah keluar dari pendapat Ulama 4 Madzhab.
Wallahu a’lam bis Showab.
H. LUQMAN HAKIM, M.Pd.
(Ketua II PD. IPIM Kota BATAM)




0Komentar