Makna Kepahlawanan dalam Prespektif Islam
Makna Kepahlawanan dalam Prespektif Islam
Khutbah Pertama
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بِالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمٍّ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا
عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ الله تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Alhamdulillah,
puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Di bulan November ini, kita
sebagai sebuah bangsa selalu diingatkan dengan kata "pahlawan". Sebuah
kata yang agung, yang langsung membawa imajinasi kita pada sosok-sosok
pemberani yang berjuang mengangkat senjata, mengorbankan jiwa dan raga
demi kemerdekaan. Tentu, mereka semua adalah para pahlawan bangsa yang
wajib kita hormati dan doakan.
Namun, sebagai
seorang muslim, kita perlu menggali lebih dalam: "Siapakah pahlawan
sejati dalam timbangan Allah?" Apakah kepahlawanan hanya terbatas pada
mereka yang gugur di medan perang? Apakah gelar pahlawan hanya bisa
disematkan oleh negara? Islam, sebagai agama yang sempurna, memberikan
kita sebuah definisi kepahlawanan yang jauh lebih luas, lebih dalam, dan
bisa dicapai oleh siapa saja di antara kita, di zaman apa saja.
Mari kita lihat, apa saja kriteria seorang pahlawan menurut Islam.
Pertama:
Pahlawan adalah Ia yang Paling Bertakwa. Di mata manusia, pahlawan
adalah mereka yang terkenal, yang namanya diabadikan di jalanan atau
monumen. Namun di sisi Allah, kemuliaan dan kepahlawanan seseorang tidak
diukur dari ketenaran atau kekuatan fisiknya, melainkan dari kedekatan
dan ketakwaannya kepada Allah. Allah SWT berfirman dalam Surah
Al-Hujurat ayat 13:
...إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ...
Artinya: "...Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa..."
Ayat
ini meruntuhkan semua standar kepahlawanan duniawi. Maka, pahlawan
sejati adalah pemuda yang di tengah godaan zaman, mampu menjaga
pandangannya dan menolak perbuatan zina. Pahlawan sejati adalah seorang
pejabat yang di tengah peluang korupsi, ia memilih untuk tetap jujur
karena takut kepada Allah. Pahlawan sejati adalah setiap hamba yang
menjadikan takwa sebagai pakaiannya dalam setiap aktivitas. Mereka
mungkin tidak dikenal oleh penduduk bumi, tetapi nama mereka terkenal di
kalangan penduduk langit.
Kedua: Pahlawan adalah
Ia yang Mampu Menaklukkan Dirinya Sendiri. Rasulullah SAW memberikan
kita definisi kepahlawanan yang sangat mengejutkan. Pahlawan bukanlah
orang yang paling kuat dalam bergulat, melainkan yang paling kuat dalam
mengendalikan hawa nafsunya.
Beliau bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Artinya:
"Orang yang kuat bukanlah dia yang jago bergulat, tetapi orang yang
kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari
& Muslim).
Jihad terbesar (jihadul akbar)
bukanlah di medan perang, melainkan jihad melawan hawa nafsu. Maka,
pahlawan sejati adalah seorang suami yang mampu menahan amarahnya saat
berselisih dengan istrinya. Pahlawan sejati adalah seorang netizen yang
mampu menahan jempolnya untuk tidak menulis komentar caci maki dan
fitnah di media sosial. Pahlawan sejati adalah setiap jiwa yang mampu
memaafkan kesalahan orang lain padahal ia mampu untuk membalasnya.
Mereka adalah para penakluk sejati.
Ketiga:
Pahlawan adalah Ia yang Paling Bermanfaat bagi Sesama. Kepahlawanan
dalam Islam tidak diukur dari seberapa banyak ia mengambil, tapi dari
seberapa banyak ia memberi.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni).
Berdasarkan hadits ini, maka medan kepahlawanan menjadi terbuka sangat luas bagi kita semua.
Seorang ayah yang banting tulang mencari nafkah halal demi keluarganya, ia adalah pahlawan bagi anak dan istrinya.
Seorang
ibu yang begadang merawat anaknya yang sakit dan mendidiknya dengan
penuh kesabaran, ia adalah pahlawan pencetak generasi.
Seorang
guru yang dengan tulus mengajar, seorang dokter yang merawat pasien,
seorang pedagang yang jujur, seorang tetangga yang peduli, mereka semua
adalah pahlawan dalam kapasitasnya masing-masing.
Mereka adalah para pahlawan kehidupan sehari-hari yang membangun peradaban dengan amal-amal nyata, meski tanpa tanda jasa.
Ma’asyiral
Muslimin Rahimakumullah,
Jika kita merenungi tiga kriteria ini—takwa,
mampu mengendalikan diri, dan bermanfaat bagi sesama maka kita akan
sadar bahwa kesempatan untuk menjadi pahlawan di mata Allah terbuka
lebar bagi kita semua, setiap hari, setiap saat. Kepahlawanan
bukan tentang masa lalu, tapi tentang apa yang kita lakukan hari ini.
Mari kita buktikan bahwa kita adalah generasi yang tidak hanya pandai
mengenang pahlawan, tetapi juga mampu melahirkan pahlawan-pahlawan baru
dalam berbagai bidang kehidupan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ
وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّdٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ,
وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ
الْمُsَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّbِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّdِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّdٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُsْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِشُهَدَائِنَا
وَلِأَبَطَالِنَا الَّذِيْنَ ضَحَّوْا بِأَنْفُسِهِمْ لِهَذَا الْوَطَنِ,
وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ
الْمُتَّقِيْنَ, وَمِنَ الْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ
النَّاسِ, وَمِنَ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ الْخَيْرَ لِغَيْرِهِمْ. رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
اَللَّهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ
وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ, مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, مِنْ بَلَدِنَا هَذَا
خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ
الله, إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي
الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا الله الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَلَذِكْرُ الله
أَكْبَرُ
_________________________________.
Ahmad Jamzuri Saud, S.Pd.I.,M.Pd.

0Komentar