Langsung ke konten utama
TUA0TUdiTUMlTfClBSr7GUC8TA==

Headline

Search

Translate

Formulir Kontak

PEKERJA BERAT & PUASA RAMADHAN

KAJIAN RAMADHAN





PEKERJA BERAT & PUASA RAMADHAN


By : H. Luqman Hakim, M.Pd.

(Ketua II PD IPIM kota BATAM)O


Berpuasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim, namun agama memberikan keringanan (rukhsah) bagi mereka yang memiliki udzur syar'i, termasuk para pekerja berat yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berpuasa.


Berikut adalah ringkasan syarat dan ketentuan bagi pekerja berat agar diperbolehkan tidak berpuasa:


1.  Niat Awal Tetap Berpuasa

Pekerja berat tidak boleh sejak malam hari berniat untuk tidak berpuasa. Kewajibannya adalah tetap makan sahur dan memulai puasa di pagi hari seperti biasa.


2.  Mencapai Batas Kesulitan Hebat (Masyaqqah)

Seseorang diperbolehkan membatalkan puasa hanya jika di tengah pekerjaannya ia merasakan keletihan yang luar biasa atau kondisi fisik yang mengkhawatirkan, seperti:

  •  Pusing hebat atau lemas yang membuat tidak berdaya.
  •  Kekhawatiran akan jatuh sakit atau pingsan.
  •  - Dehidrasi ekstrem yang membahayakan keselamatan jiwa.


3.  Tidak Ada Pilihan Lain

Keringanan ini berlaku jika pekerjaan tersebut memenuhi kriteria:

  •  Pekerjaan tersebut adalah sumber penghasilan utama untuk menafkahi diri dan keluarga.
  •  Pekerjaan tersebut tidak bisa ditunda ke malam hari atau dihentikan sementara selama bulan Ramadan.


4.  Batasan Membatalkan Puasa

Jika kondisi fisik sudah tidak kuat, pekerja diperbolehkan makan atau minum sekadarnya saja untuk memulihkan tenaga agar bisa melanjutkan pekerjaan atau menjaga kesehatan, bukan makan besar dengan sengaja tanpa batas.


5. Kewajiban Mengganti (Qadha)

Penting untuk diingat bahwa tidak berpuasa karena kerja berat bukan berarti gugur kewajibannya secara permanen. Pekerja tersebut wajib mengganti (Qadha) puasanya di hari lain (di luar bulan Ramadan) saat ia memiliki waktu luang atau beban kerjanya lebih ringan.


> Catatan Penting: 

Keringanan ini bersifat darurat dan kasuistik (tergantung kondisi hari itu). Jika di hari lain beban kerja terasa ringan, maka kewajiban puasa tetap berlaku penuh.


Kesimpulan :

Bagi pekerja berat (seperti pengetam, kuli bangunan, tukang becak, nelayan, pembajak tanah dll.) tidak diperbolehkan berbuka puasa (mokel-java-pen) kecuali bila memenuhi 6 persyaratan :

  1. Pekerjaannya tidak bisa diundur hingga bulan syawal.
  2. Ada halangan untuk dikerjakan di malam hari.
  3. Terjadi masyaqqat (kesulitan) menurut kebiasaan manusia bila menjalani puasa hingga dalam batasan masyaqqat yang memperkenankan baginya tayammum atau menjalani shalat dengan duduk.
  4. Di malam hari tetap niat, di pagi hari tetap puasa baru setelah benar-benar tidak kuat boleh berbuka.
  5. Saat berbuka diniati mencari keringanan hukuman.
  6. Tidak boleh menyalahgunakan keringanan dalam arti pekerjaannya dijadikan tujuan atau membebani diri diluar batas kemampuan agar dapat keringanan berbuka puasa.


Bila syarat-syarat di atas tidak terpenuhi maka berdosa baginya berbuka puasa meskipun diganti dihari-hari selain ramadhan. 


berdasarkan hadits ; “Barangsiapa tidak berpuasa atau berbuka puasa tanpa adanya udzur, tidak mencukupi baginya meskipun diganti dengan puasa sepanjang tahun”.


REFERENSI :

Kitab Bughyatul Murtasyidin Hal 234


(مسألة) : لا يجوز الفطر لنحو الحصاد وجذاذ النخل والحراث إلا إن اجتمعت فيه الشروط. وحاصلها كما يعلم من كلامهم ستة : أن لا يمكن تأخير العمل إلى شوّال ، وأن يتعذر العمل ليلاً ، أو لم يغنه ذلك فيؤدي إلى تلفه أو نقصه نقصاً لا يتغابن به ، وأن يشق عليه الصوم مشقة لا تحتمل عادة بأن تبيح التيمم أو الجلوس في الفرض خلافاً لابن حجر ، وأن ينوي ليلاً ويصحب صائماً فلا يفطر إلا عند وجود العذر ، وأن ينوي الترخص بالفطر ليمتاز الفطر المباح عن غيره ، كمريض أراد الفطر للمرض فلا بد أن ينوي بفطره الرخصة أيضاً ، وأن لا يقصد ذلك العمل وتكليف نفسه لمحض الترخص بالفطر وإلا امتنع ، كمسافر قصد بسفره مجرد الرخصة ، فحيث وجدت هذه الشروط أبيح الفطر ، سواء كان لنفسه أو لغيره وإن لم يتعين ووجد غيره ، وإن فقد شرط أثم إثماً عظيماً ووجب نهيه وتعزيره لما ورد أن : "من أفطر يوماً من رمضان بغير عذر لم يغنه عنه صوم الدهر".


Wallahu a’lam bisshawab.

 PEKERJA BERAT & PUASA RAMADHAN
Next Post

0Komentar

© Copyright - ipimkotabatam. All rights reserved.